Kisah Nabi Muhammad SAW Dengan Pengemis Buta

Kisah Nabi Muhammad SAW - Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang lemah lembut terhadap orang lain, dialah teladan bagi seluruh makhluk di alam semesta ini. akhlaknya yang sempurna patut menjadi contoh bagi kita umatnya di seluruh dunia. dari sekian banyak kisah perjalanan hidup dan sejarah Nabi Muhammad SAW. kami ambil satu kisah yang Insyaallah bermanfaat bagi para pembaca sekalian. kisah dibawah ini menunjukkan bagaimana sosok beliau dalam kehidupan sehari harinya, terutama dalam bersikap terhadap sesama manusia. sosok manusia paling agung dan pembawa petunjuk dan wahyu dari ALLAH SWT. tentunya semua gerak geriknya adalah tanpa cela dan patut diikuti.

Sebelum lanjut baca juga : Sejarah Perjalanan Hidup Nabi Muhammad SAW.

Nah, di artikel kali ini akan diceritakan mengenai sepenggal kisah Nabi Muhammad SAW dengan seorang pengemis yahudi. di kisah tersebut bisa kita lihat bagaimana lembutnya Nabi Muhammad kepada sesama manusia bahkan terhadap orang yang bukan muslim sekalipun. kerendahan hati baginda Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT sangat luar biasa. perilaku dan perbuatannya yang bagus dan kesabarannya yang luar biasa mampu melunakkan hati seorang yahudi yang sangat membencinya. penasaran, nah langsung saja simak dibawah ini . . .

Kisah Nabi Muhammad SAW

Kisah Nabi Muhammad SAW Dengan Pengemis Buta :

“Wahai saudaraku! Jangan engkau dekati Muhammad itu. Dia orang gila. Dia pembohong. Dia tukang sihir. Jika engkau mendekatinya, engkau akan dipengaruhinya dan engkau akan menjadi seperti dia,” kata seorang pengemis buta Yahudi berulang-ulang kali di satu sudut pasar di Madinah pada setiap pagi sambil tangannya menadah meminta belas orang yang lalu-lalang.

Orang yang lalu-lalang di pasar itu ada yang menghulurkan sedekah kerana kasihan namun ada juga yang tidak mempedulikannya langsung.

Pada setiap pagi, kata-kata menghina Rasulullah SAW itu tidak lekang daripada mulutnya seolah-olah mengingatkan kepada orang ramai supaya jangan terpedaya dengan ajaran Rasulullah SAW. begitulah kegiatan pengemis tersebut setiap harinya, selalu penuh caci maki dan hinaan terhadap Rasululah SAW.

Seperti biasa juga, Rasulullah SAW ke pasar Madinah. Apabila baginda sampai, baginda lalu menuju pengemis buta Yahudi itu lalu menyuapkan makanan ke mulutnya dengan lembut dan bersopan tanpa berkata apa-apa.

Pengemis buta Yahudi tidak pernah bertanya-tanya siapakah yang menyuapkan makanan tersebut ke mulutnya. pengemis itu begitu senang dan berselera sekali apabila ada orang yang baik hati memberi dan menyuapkan makanan ke mulutnya. hanya itu yang dia pikirkan.

Perbuatan baginda itu dilakukannya setiap hari sehinggalah baginda Muhammad SAW wafat. Sejak kewafatan baginda, tidak ada siapapun yang sudi menyuapkan makanan ke mulut pengemis itu setiap paginya.

Pada satu pagi, Saidina Abu Bakar ra pergi ke rumah anaknya, Siti Aisyah yang juga merupakan isteri Rasulullah SAW untuk menanyakan perihal sesuatu kepadanya.

“Wahai anakku Aisyah, apakah kebiasaan yang Muhammad lakukan yang aku tidak lakukan?”, tanya Saidina Abu Bakar ra kepada Aisyah.

“Ayahandaku, boleh dikatakan apa saja yang Rasulullah SAW lakukan, ayahanda telah lakukan kecuali satu,” beritahu Aisyah sambil melayan ayahandanya dengan hidangan yang tersedia.

“Apakah dia wahai anakku, Aisyah?”

“Setiap pagi Rasulullah selalu membawa makanan untuk seorang pengemis buta Yahudi di satu sudut di pasar Madinah dan menyuapkan makanan ke mulutnya. Sejak wafatnya Rasulullah, sudah tentu tidak ada lagi yang menyuapkan makanan kepada pengemis itu,” beritahu Aisyah kepada ayahandanya seolah-olah kasihan dengan nasib pengemis itu.

“Kalau begitu, ayahanda akan lakukan seperti apa yang Muhammad lakukan setiap pagi. Kamu sediakanlah makanan yang selalu dibawa oleh Muhammad untuk pengemis itu,” beritahu Saidina Abu Bakar ra kepada anaknya.

Pada keesokan harinya, Saidina Abu BAkar ra membawakan makanan yang sama seperti apa yang Rasulullah SAW bawakan untuk pengemis itu sebelum ini. Setelah puas mencari, akhirnya beliau bertemu juga dengan pengemis buta itu. Saidina Abu Bakar ra segera menghampiri dan terus menyuapkan makanan ke mulut pengemis itu.

“Hei… Siapakah kamu? Berani sekali kamu menyuapiku?” Pengemis buta itu mengherdik Saidina Abu Bakar ra. Pengemis buta itu terasa lain benar perbuatan Saidina Abu Bakar ra itu seperti kebiasaannya.

“Akulah orang yang selalu menyuapmu setiap pagi,” jawab Sayidina Abu Bakar ra sambil memerhatikan wajah pengemis buta itu yang nampak marah.

“Bukan! Kamu bukan orang yang selalu menyuapku setiap pagi. Perbuatan orang itu jauh lebih lembut dan sopan. Aku dapat merasakannya, dia terlebih dahulu akan menghaluskan makanan itu kemudian barulah menyuapkan ke mulutku. Tapi kali ini aku terasa sangat susah saat hendak menelannya,” balas pengemis buta itu lagi sambil menolak tangan Sayidina Abu Bakar ra yang masih memegang makanan itu.

“Ya, aku mengaku. Aku bukan orang yang biasa menyuapmu setiap pagi. Aku adalah sahabatnya. Aku menggantikan tempatnya,” beritahu Sayidina Abu Bakar ra sambil menyapu air matanya yang sedih.

“Tetapi ke manakah perginya orang itu dan siapakah dia?”, tanya pengemis buta itu.

“Dia ialah Muhammad Rasulullah SAW. Dia telah kembali ke rahmatullah. Sebab itulah aku yang menggantikan tempatnya,” jelas SaYidina Abu Bakar ra dengan harapan pengemis itu berpuas hati.

“Dia Muhammad Rasulullah?”, kata pengemis itu dengan suara yang terkedu.

“Mengapa kamu terkejut? Dia insan yang sangat mulia,” beritahu SaYidina Abu Bakar ra. pengemis itu pun menangis sepuas-puasnya. Setelah agak reda, barulah dia bersuara.

“Benarkah dia Muhammad Rasulullah?”, pengemis buta itu mengulangi pertanyaannya seolah-olah tidak percaya dengan berita yang baru didengarnya itu.

“Ya benar. Kamu tidak percaya?”

“Selama ini aku menghinanya, aku memfitnahnya tetapi dia sedikit pun tidak pernah memarahiku malah dia terus juga menyuap makanan ke mulutku dengan sopan dan lembut. Sekarang aku telah kehilangannya sebelum sempat memohon ampun kepadanya,” ujar pengemis itu sambil menangis terdesak-desak.

“Dia memang insan yang sangat mulia. Kamu tidak akan berjumpa dengan manusia semulia itu selepas ini kerana dia telah pergi meninggalkan kita,” beritahu Sayidina Abu Bakar ra.

“Kalau begitu, aku mahu kamu menjadi saksi. Aku ingin mengucapkan kalimah syahadat dan aku memohon ampunan Allah SWT,” ujar pengemis buta itu.

Selepas peristiwa itu, pengemis itu telah memeluk Islam di hadapan Sayidina Abu Bakar ra. Keperibadian Rasulullah SAW telah memikat jiwa pengemis itu untuk mengakui ke-Esaan Allah.

Nah, itu tadi sekilas kisah Nabi Muhammad SAW yang luar biasa menyentuh hati. bagaimana akhlak dan pribadi sosok insan/manusia paling sempurna di muka bumi begitu terpuji. semoga dengan membaca cerita cerita nabi Muhammad SAW dan kisah kisah sejarah hidupnya, kita bisa ambil manfaatnya. sekian dulu artikel kali ini, semoga kita mendapat syafaat darinya kelak di hari kiamat. Amiinn

7 komentar:

  1. hadist riwayat siapa ya itu ? sahih gak ?

    BalasHapus
  2. Matur suwon atas artikelnya.

    BalasHapus
  3. visit blog ane http://sciences-city.blogspot.com/

    BalasHapus
  4. Syukron katsiron....
    Saya numpang share dan sudah saya cantumkan sumbernya.

    BalasHapus
  5. Terimakasih artikel nya sob..semoga bermanfaat dan menambah pengalaman untuk kita semua...dan isin share ya dah lengkap semua dgn link dan alamt web sob

    BalasHapus

Trending Topic

100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Sepanjang Masa

Terdapat banyak sekali nama nama tokoh penting dari berbagai zaman yang dianggap berjasa besar bagi sejarah hidup manusia, beberapa tokoh t...

Artikel Terbaru

Like Us

Please Do Not Copy Paste
DMCA.com Protection Status